Thursday, December 31, 2015

Ada Apa di Madain Saleh (Arab Saudi)?

(dimuat di Majalah Ummi, November 2014) 


***
Saya sempat enggan mengunjungi tempat ini setelah mendengar cerita bahwa tempat ini sebenarnya adalah tempat yang dilaknat Allah. Kaum muslim sebaiknya tidak mengunjungi tempat-tempat seperti ini.

Ternyata, tempat ini dibuka untuk umum. Pemerintah Saudi juga tidak melarang orang-orang untuk mengunjunginya. Saat teman-teman beramai-ramai ingin berkunjung ke sana, saya dan keluarga tidak berpikir dua kali untuk ikut rombongan konvoi.

Madain Saleh Arab Saudi foto Dani Rosyadi
Madain Saleh, Arab Saudi, foto : Dani Rosyadi


Nama resmi tempat ini adalah Al Hijr. Tapi lebih terkenal dengan istilah Madain Saleh. Madain diambil dari kata Madinah (kota). Tempat ini konon dulu dihuni oleh orang-orang dari masa Nabi Saleh, kaum Tsamud, yang akhirnya dilaknat Allah karena berkhianat.

Sedangkan Al Hijr berarti Pegunungan Batu. Sesuai namanya, salah satu pesona utama Al Hijr adalah arsitektur bangunan khas yang dipahat di gunung-gunung batu yang mendominasi wilayah ini. Sebenarnya, peninggalan apa sih di Al Hijr ini?

Menuju Al Hijr di Kota Al Ula

            Al Hijr letaknya cukup jauh dari Kota Jeddah, Arab Saudi, kota tempat saya bermukim. Agar tidak terlalu letih jika harus menyetir langsung hingga mencapai tempat ini, kami semua menginap terlebih dahulu di Madinah.

            Dari Madinah, barulah keesokan paginya kami beramai-ramai menuju Madain Saleh yang berjarak sekitar 400 km dari Kota Madinah. Cukup jauh, ya?

            Tapi, itulah istimewanya infrastruktur di Negeri Ladang Minyak ini. Hampir semua jalan-jalan tol yang menghubungkan antar kota sudah terbangun rapi, mulus dan lebar-lebar. Hati-hati, jangan keenakan dan terbawa ingin ngebut.

Menuju Madain Saleh Arab Saudi foto Dani Rosyadi
Kota Al Ula, Arab Saudi, foto : Dani Rosyadi 


Di hampir setiap jalan utama sudah dipasang sebuah kamera pengintai kecepatan, Saher. Bisa terkena radar kamera dan sebuah pesan akan masuk ke dalam ponsel pengemudi berupa tagihan ratusan riyal. Sebagai denda karena sudah melanggar batas kecepatan maksimal.

Kota Al Ula sendiri cukup khas. Bukan gurun pasir dan bukit batu berwarna abu-abu yang kita temui di sana. Di hampir sepanjang jalan menuju Al Hijr, kami dipukau oleh barisan bukti batu berwarna coklat. Terpahat aneka rupa secara natural  oleh alam.

Sebagai informasi, Al Hijr dibuka untuk umum tanpa dikenakan  biaya apa pun. Tapi perlu semacam tasrikh (surat izin). Kami menyewa seorang pemandu, seorang penduduk asli Al Ula. Nah, beliau ini yang mengurus masalah izin masuk setibanya kami di sana. Sang pemandu sendiri kami bayar sekitar 300 riyal untuk memandu kami yang tergabung dalam satu rombongan besar.

Kereta Api dan Stasiun Kereta dari Kekaisaran Ottoman

            Tempat pertama yang kami singgahi adalah sebuah tempat yang memasang sebuah rangka kereta api lengkap dengan stasiunnya. Tentu saja, begitu keluar dari mobil, anak-anak langsung berhamburan merubung di sekitar kereta. Naik turun dan berlarian di sana.

            Ternyata, ini adalah peninggalan dari  Kekaisaran Ottoman Turki yang pernah berkuasa di sebagian besar wilayah Timur Tengah termasuk wilayah Arab Saudi. Kereta dan stasiunnya dulu dibangun untuk mengangkut jemaah haji menuju Mekkah dari wilayah Suriah dan Yaman.

Kereta di Madain Saleh Arab Saudi foto Dani Rosyadi
Foto : Dani Rosyadi 


            Menurut pemandu kami, rangka keretanya itu asli. Hanya dicat ulang saja. Masih kokoh dan bagus.

            Stasiun kereta yang tengah dibangun ini sempat mengalami kerusakan saat pertempuran lokal di masa Perang Dunia I. Pemerintah Saudi yang berinisiatif untuk merenovasi tempat ini. Setelah dipugar, dijadikan bagian dari tempat wisata dalam areal Al Hijr.

Peninggalan Suku Nabatean

            Setelah susah payah mengajak anak-anak turun dari kereta dan kembali ke mobil, kami melanjutkan perjalanan. Pemandu mengajak kami berhenti di tempat yang lain. Kali ini, mobil diparkir tak jauh dari deretan gunung-gunung batu yang dari jauh belum begitu jelas bentuknya apa.

            Turun dari mobil, kami mengikuti pemandu. Dari dekat baru kelihatan ternyata gunung-gunung batu tersebut telah dipahat menjadi bangunan-bangunan khusus. Nyaris seperti rumah. Ada pintu masuk tapi tidak ada jendela.

            Bangunan di bukit batu tersebut adalah peninggalan dari suku Nabatean yang hidup di abad pertama Masehi. Suku Nabatean juga yang mengukir peninggalan sejarahnya di daerah Petra, sebuah tempat wisata terkenal di wilayah Yordania.

Bangunan batu Madain Saleh Arab Saudi foto Dani Rosyadi
Foto : Dani Rosyadi 


            Pemandu kami bilang, cara orang-orang dahulu membuat bangunan di bukit batu cukup khas. Hanya menggunakan air dan sebilah kayu untuk memahat. Air digunakan untuk melembutkan batu sehingga mudah dibentuk dengan sebilah kayu tadi. Sederhana sekali, bukan? Tapi hasilnya … mengagumkan dan terus bertahan hingga kini.

Kami juga diberitahu bahwa deretan bangunan di bukit batu tersebut digunakan sebagai kuburan. Di salah satu bangunan terpahat gambar elang di atas bagian pintu. Untuk apa, ya? Ternyata, jasad yang masih utuh ditaruh begitu saja terlebih dahulu di depan pintu. Menunggu untuk dimangsa oleh elang. Setelah itu, sisa tulang belulangnya dimasukkan ke dalam.

Kami dibawa berjalan sedikit menuju deretan bangunan yang digunakan sebagai tempat bermukim alias rumah. Bentuknya agak mirip. Ada pintu tanpa jendela. Kali ini, kami masuk dan melihat-lihat ke dalam. Suasana di dalam gelap karena tidak ada lubang agar cahaya bisa masuk. 

Langit-langit ruangan cukup rendah. Rumahnya juga terbagi-bagi atas beberapa ruangan termasuk kamar tidur. Seluruh ruangan kosong. Pemandu kami yang menunjukkan yang mana ruang makan mana ruang tidur karena buat saya sih sama saja bentuk ruangannya.

Ad Diwan, Tempat Pemujaan Kaum Nabatean
          
  Tempat terakhir yang kami singgahi adalah Ad Diwan. Bangunan ini berupa batu besar yang atasnya berbentuk runcing. Ada beberapa bangunan yang berdiri berjajar Tiap batu besar dipahat sehingga bagian tengahnya kosong yang digunakan sebagai sebuah ruangan berukuran besar.

Ad Diwan Madain Saleh Arab Saudi foto Dani Rosyadi
Foto : Dani Rosyadi 

            
Ad Diwan digunakan sebagai tempat berkumpul untuk beribadah bersama di zaman tempat ini dihuni oleh Kaum Nabatean. Di tengah ruangan ada pahatan batu yang kalau dilihat-lihat mungkin dimaksudkan sebagai meja.

            Pemandu pamit sebelum kami meninggalkan Ad Diwan. Tapi jangan khawatir. Di Al Hijr, ada keterangan lengkap yang ditulis di sebuah layar plastik. Layar-layar tersebut menempel di atas tugu-tugu setinggi pinggang manusia dewasa. Keterangannya dalam 2 bahasa, Arab dan Inggris. Tulisan-tulisan tersebut terlindung aman dalam bingkai kaca.

            Langit sudah mulai memerah. Padahal masih banyak tempat lain yang belum sempat kami singgahi. Tapi, kami memutuskan untuk pergi saja. Menurut seorang teman yang pernah ke sana, tempat lainnya juga mirip-mirip dengan yang kami datangi tadi. Cuma fungsi dan lokasinya saja yang mungkin tidak sama.

            Seru juga mengunjungi Al Hijr. Sebagai informasi tambahan, tempat ini ditetapkan oleh  UNESCO sebagai warisan budaya dunia di tahun 2008. Jadi, memang layak dimasukkan sebagai tempat jalan-jalan unik saat mengunjungi Negeri Penjaga Dua Tanah Haram, Arab Saudi.

Akomodasi

            Sayang sekali, hingga saat ini, pemerintah Arab Saudi belum membuka visa turis bagi pendatang asing. Kami berkesempatan mengunjungi Madain Saleh lebih  karena kami semua memang bermukim di Kota Jeddah.

            Kota Al Ula ini tergolong kecil dan sepi. Tidak terlalu banyak penginapan yang bisa kita temui. Para turis dari luar kota rata-rata hanya datang dan pergi, jarang ada yang menginap.

            Karena jalanan penghubung antar kota di Arab Saudi sudah terbangun dengan rapi dan mulus, kami pun sepakat menginapnya di Madinah saja. Dari Madinah ke Al Ula membutuhkan waktu sekitar 3-4 jam. Pompa bensin juga tidak sulit ditemukan di sepanjang jalan tol. Jangan khawatirkan harga bensin. Karena di Arab Saudi, seliter bensin djual dengan sangat murah. Sekitar seribu rupiah per liter saja.

            Urusan perut tidak perlu khawatir. Di Kota Al Ula ada rumah-rumah makan yang menyediakan sajian khas seperti nasi-nasi arab dan macam-macam kebab. Rasanya cukup cocok untuk lidah Asia. Kalau di Indonesia, mungkin bisa kita umpamakan nasi arab seperti nasi kebuli. Harga makanan di kota-kota kecil relatif lebih murah. Satu porsi kebab lengkap dengan nasi arabnya bisa didapatkan seharga 10-15 riyal saja (1 riyal setara dengan sekitar 3000 ribu rupiah).

            Tak perlu repot-repot mencari makanan halal di seantero Saudi. Karena pemerintah memberikan jaminan penuh atas kehalalan semua jenis makanan yang dijual untuk umum. Jadi, kita bisa leluasa menikmati hidangan apa saja di restoran apa pun.

Madain Saleh Al Hijr Arab Saudi foto Dani Rosyadi
Foto : Dani Rosyadi 



***

3 comments:

  1. Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
    Saya HANDAYANI ingin berbagi kpd teman semua…tentang Angka Togel Yang Di Berikan Ki HAJAR DEWANTORO, Awalnya saya sedikit ragu tetapi saya sangat membutuhkan bantuan, dan saya coba hub ki HAJAR DEWANTORO
    Alhamdulillah saya bisa di bantu oleh beliau, pertama beliau memberikan angka 4D kpd saya, dan angka itu saya pasang,, awalnya saya tidak percaya ketika teman saya memberikan kabar, kalau angka yg aku pasang benar-benar keluar, dan saya menang 97 juta, berkat bantuan ki HAJAR DEWANTORO.,
    Saya ucapkan banyak terima kasih kepada ki HAJAR DEWANTORO yang telah meluangkan waktunya untuk saya, konsultasi dengan ki HAJAR DEWANTORO selama ini benar benar sangat luar biasa…. Selain hebat, ki HAJAR DEWANTORO juga punya keahlian banyak. seperti, minyak penarik uang Pesugihan,, Santet,, Penarikan dana ghaib,, Pelaris,, dan Pelet,,
    Info: Buat Teman yang Pengen Merubah Nasib Silahkan..
    Hub: Ki HAJAR DEWANTORO Di:082-188-463-467. ATAU KLIK BLOK PELET DISINI

    ReplyDelete
  2. WhatsApp 085 244 015 689
    Terimakasih banyak AKI karna melalui jalan togel ini saya sekarang sudah bisa melunasi semua hutang2 orang tua saya bahkan saya juga sudah punya warung makan sendiri hi itu semua berkat bantuan AKI JAYA yang telah membarikan angka 4D nya menang 275 jt kepada saya dan ALHAMDULILLAH berhasil,kini saya sangat bangga pada diri saya sendiri karna melalui jalan togel ini saya sudah bisa membahagiakan orang tua saya..jika anda ingin sukses seperti saya hubungi no hp O85-244-015-689 AKI JAYA,angka ritual AKI JAYA meman selalu tepat dan terbukti..silahkan anda buktikan sendiri. 2D 3D 4D 5D 6D





    WhatsApp 085 244 015 689
    Terimakasih banyak AKI karna melalui jalan togel ini saya sekarang sudah bisa melunasi semua hutang2 orang tua saya bahkan saya juga sudah punya warung makan sendiri hi itu semua berkat bantuan AKI JAYA yang telah membarikan angka 4D nya menang 275 jt kepada saya dan ALHAMDULILLAH berhasil,kini saya sangat bangga pada diri saya sendiri karna melalui jalan togel ini saya sudah bisa membahagiakan orang tua saya..jika anda ingin sukses seperti saya hubungi no hp O85-244-015-689 AKI JAYA,angka ritual AKI JAYA meman selalu tepat dan terbukti..silahkan anda buktikan sendiri. 2D 3D 4D 5D 6D

    ReplyDelete